Sabtu, 17 November 2012

BIOGRAFI TUANKU IMAM BONJOL

kali ini saya akan mengepost biografi salah seorang pahlawan Nasional yang berasal dari daerah kelahiran saya. sebelumnya, ada yang tau dengan foto diatas?
Foto diatas adalah foto Tuanku Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat pada tahun 1772. beliau lahir dari pasangan Bayanuddin (ayah) dan Hamatun (ibu). Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, namun karena beliau adalah seorang Tokoh masyarakat beliau dipanggil dengan berbagai nama panggilan pada masa mudanya,diantarnya beliau pernah dipanggil Peto Syarif, Malin Basa, dan terakhir beliau di panggil dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.

Semasa mudanya beliau M. Shahab pernah menunutut ilmu agama ke Aceh dan disana beliau mendapat gelar Malin Basa. Setelah kembali dari Aceh ke Minangkabau beliau mendalami ilmu agama dengan Tuanku Nan Renceh. kemudian Ia membuat sebuah benteng di kaki bukit Tajadi di Bonjol. Tuanku Nan Renceh menujuknya sebagai pemimpin kaum paderi di bonjol yang semenjak itulah beliau di panggil sebagai Tuanku Imam Bonjol. ketika itu di Minangkabau tengah terjadi pergolakan antara sesama orang minang dan sebagian mandailing dan batak,pergolakan ini disebut dengan Perang Paderi. pergolakan ini dipicu oleh adanya perbedaan pendapat antara kaum adat dan kaum ulama. Para pemimpin ulama di kerajaan Pagaruyung hendak menerapkan dan menjalankan syari'at islam sesuai dengan ahlus Sunnah wal Jamaah (sunni) namun kaum Ulama yang tergabung di harimau nan salapan mengajak kaum adat untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan syari'at islam.

setelah dilakukan beberapa perundingan tidak ditemukan kata sepakat antara kaum adat dan kaum padri yang akhirnya di beberapa nagari terjadi pergolakan, dan akhirnya kaum padri yang di pimpin oleh tuanku Pasaman menyerang pagaruyung pada tahun 1815 dan pecahlah pertempuran di Koto Tangah dekat batu sangkar. kemudian kedudukan kaum adat semakin melemah akhirnya mereka meminta bantuan kepada tentara Belanda yang perjanjian itu resmi pada 21 februari 1821 yang di hadiri oleh sisa keluarga dari dinasti kerajaan Pagaruyuang yaitu Sultan Tangkal Alam Bagagar. Sebagai campur tangan belanda akhirnya terjadi perang di Simawang dan Sulit Air. Namun kaum padri yang ketika itu di pimpin oleh Tuanku Imam Bonjol sangat kuat membuat belanda kewalahan menaklukkan kaum Padri. akhirnya belanda memutuskan untuk membuat perdamaian dengan kaum padri dengan maklumat perjanjian masang. Namun belanda itu justru melanggar perjanjian dan terjadilah penyerangan di Pandai Sikek.

pada awal 1883 perang ini menjadi perang antara belanda dan Padri-kaum adat,karena mereka merasakan bahwa pecahnya kaum adat dan kaum padri hanya menyusahkan masyarakat minang kabau. semenjak itulah kaum adat dan kaum padri bersatu dan terjadi kompromi dengan sebutan Plakat Puncak Pato di tabek patah, dan ketika itulah lahir Adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah. setelah meminta bantuan dari batavia akhirnya posisi Tuanku Imam Bonjol semakin sulit,namun Tuanku Imam Bonjol tetap tidak mau menyerah kepada belanda. pada akhirnya benteng Tuanku Imam Bonjol dapat di kuasai pada 16 agustus 1837. Pada Oktober Tuanku Imam Bonjol di undang  ke Palupuh untuk menghadiri perundingan namun disitu Beliau malah ditangkap dan dibuang ke Cianjur dan akhirnya di asingkan ke Lotak,Minahasa,dekat Manado. Disanalah Tuanku Imam Bonjol Menemui ajalnya pada tanggal 8 november 1864. sebagai penghargaan terhadap perjuangan Tuanku Imam Bonjol terhadap Belanda Beliau di angkat sebagai pahlawan nasional pada 6 nvember 1973.

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Imam_Bonjol

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar